Fokus

Cari Blog Ini

Entri yang Diunggulkan

Ketahui Bahaya Membentak Anak

Banyak orang tua sering habis kesabaran dan dibuat marah oleh prilaku anak. Tak jarang karena diliputi rasa kesal dan marah orang tua meng...

Anak Tidak Mau Sekolah, Ini Solusinya

Jika anak tidak mau sekolah mereka akan menggunakan berbagai cara agar orang tua mengijinkannya untuk tidak berangkat ke sekolah. Seperti terlambat bangun pagi, kemudian pura-pura sakit kepala, mules dan lain sebagainya.

Namun, ada juga sebagian anak yang tidak mau berangkat ke sekolah karena adanya rasa trauma. Sebagaimana disampaikan oleh Seorang Psikolog dari Sekolah Islam Terpadu Al Marjan, dalam rilis yang dimuat dalam artikel haibunda.com mengatakan bahwa anak tidak mau sekolah bisa dikarenakan mengalami fobia, dimana fobia tersebut merupakan bentuk kecemasan anak terhadap sekolah. Tanda bahwa anak mengalami fobia biasanya ditandai dengan keluhan-keluhan yang disampaikan anak saat berangkat sekolah.
Anak Tidak Mau Sekolah


Fobia ini bisa jadi karena beberapa faktor, seperti Bullying atau Bosan, karena rutinitas sekolah yang monoton. Untuk mengetahui penyebab fobia tersebut, orang tua harus mengamati secara mendalam penyebab dari kecemasan anak tidak mau berangkat ke sekolah.

Selain itu untuk menyikapi anak yang tidak mau berangkat ke sekolah, berikut ini beberapa solusi yang dapat dilakukan oleh oran tua.

Solusi menghadapi anak tidak mau sekolah


1. Jelaskan Bahwa Sekolah itu Penting

Lakukan komunikasi dengan anak kemudian berikan penjelasan kepadanya bahwa sekolah sangat penting untuk meraih cita-cita mereka. Gunakan bahasa yang mudah dipahami anak-anak.
Baca juga : Tips Membangun Komunikasi Dengan Anak Terlengkap

2. Libatkan Anak saat Menyiapkan Kebutuhan Sekolah

Agar anak memiliki tanggung jawab, orang tua perlu melibatkan anak dalam menentukan dan menyiapkan segala kebutuhan anak untuk sekolah. Hal ini akan meningkatkan rasa tanggung jawab anak dan menumbuhkan rasa memiliki dalam diri anak. Sehingga anak akan menjaga segala barang-barangnya dengan baik.
Baca juga : Cara Mendidik Anak Menjadi Mandiri Dan Tidak Manja

3. Berikan Gambaran Positif dari Sekolah

Luangkan waktu untuk berkomunikasi dengan anak, ceritakan mereka pengalaman yang menyenangkan saat orang tua masih sekolah dulu. Timbulkan persepsi yang baik pada anak tentang kehidupan di sekolah

4. Berikan Perhatian

Luangkan waktu untuk mengajak anak bercerita tentang pengalamannya di sekolah. Berikan perhatian yang baik akan prestasinya dan berikan apresiasi atas semangatnya ke sekolah.

5. Berikan Hadiah

Untuk menghindari kebosanan anak berangkat sekolah, orang tua perlu menyusun rencana untuk meningkatkan semangat anak ke sekolah. Salah satunya adalah memberikan hadiah kepada adak saat hari libur. Hadiah yang diberikan bukan sebatas pemberian barang baru, namun juga bisa mengajak mereka liburan atau jalan-jalan dan bermain diruang terbuka. Selain itu, orang tua juga dapat memberikan waktu kepada anak untuk melakukan hal-hal yang mereka senangi sesuai dengan kemampuan orang tua. Dengan memberikan penghargaan, diharapkan anak akan lebih semangat untuk berangkat ke sekolah.

Demikian tips untuk menghadapi anak tidak mau sekolah, semoga bermanfaat.

Cara Mendidik Anak agar Anak Bahagia Yang Diterapkan di Finlandia

Cara Mendidik Anak agar Anak Bahagia
Cara Mendidik Anak agar Anak Bahagia Yang Diterapkan di Finlandia telah menjadi budaya turun temurun di negara tersebut. Finlandia adalah negara yang telah diakui memiliki sistem pendidikan terbaik di Dunia.Ternyata sistem pendidikan yang diterapkan di negara tersebut tidak hanya disusun berdasarkan kurikulum pemerintah. Tetapi juga dengan pola asuh yang diterapkan sejak dari rumah.

Pola asuh yang banyak diterapkan di Finlandia dan negara-negara skandinavia sangat berbeda dengan kebanyakan pola asuh yang diterapkan orang tua di negara Asia. Pola Asuh diterapkan negara-negara skandinavia tersebut mampu memberikan rasa kebahagiaan pada anak.
Baca juga : Pola Asuh Kerajaan Inggris Yang Membuat Anak Percaya Diri

Bagi orang tua disana, mereka membebaskan anak-anaknya bermain di luar rumah tanpa membebankan prestasi akamediknya. Sehingga anak-anak akan menikmati masa tumbuh kembangnya.

Berikut ini adalah Cara Mendidik Anak agar Anak Bahagia Yang Diterapkan di Finlandia.


1. Menghirup udara segar

Bagi orang tua di Finlandia percaya bahwa menghirup udara segar sangat baik untuk perkembangan anak. Bahkan mereka memiliki kebiasaan untuk tidur siang di luar rumah. Udara segar juga dapat mengurangi resiko infeksi dan menurunkan paparan kuman untuk anak.

2. Bermain Kotor

Anak-anak akan dibiarkan bermain bebas diluar rumah dan menikmati alam. Bahkan merekan tidak khawatir jika anaknya pulang dalam kondisi badan yang kotor penuh lumpur sekalipun. Hal ini menandakan anak menikmati waktu bermainnya dan menikmati petualangan hidupnya.
Mereka juga tidak takut jika anaknya memasukkan benda ke mulutnya. Karena sistem kekebalan tubuh akan menyesuaikan dengan aktivitas anak. Sehingga anak akan semakin segar dan tidak mudah terkena asma.
Baca juga : Cara Mendidik Anak Yang Baik dan Benar

3. Mandiri

Orang tua akan mengajarkan anak untuk mandiri. Anak-anak akan diberikan kepercayaan untuk menyelesaikan pekerjaannya sendiri. Bahkan pada saat usia anak menginjak 9 tahun, mereka akan membiarkan anak berangkat sekolah sendiri.
Baca juga : Mendidik Anak Menjadi Mandiri Dan Tidak Manja

Demikian Cara Mendidik Anak agar Anak Bahagia Yang Diterapkan di Finlandia, semoga dapat menambah pengetahuan anda dalam mendidik anak.

Mom Ingin Tahu Tips Mendidik Anak Usia 4 Tahun, Ini Dia Caranya

Mendidik Anak Usia 4 Tahun

Mendidik anak usia 4 tahun memang bukan hal mudah. Pasalnya pada usia tersebut anak-anak sudah mempunyai kemampuan berkomunikasi dan mengingat dengan baik. Bahkan anak juga bisa berinteraksi dengan baik dengan orang lain. Dengan perkembangan yang sudah cukup baik tersebut maka Anda bisa mengajarkan beberapa hal pada anak. Namun Anda jangan cemas dulu bunda, karena disini kami akan berbagi cara mendidik anak usia 4 tahun untuk Anda semuanya. Bagaimana caranya? yuk, langsung saja kita simak ulasan informasinya dibawah ini.

Ini tips mendidik anak usia 4 tahun

Menolak diajak orang asing

Memberikan pendidikan pada anak usia 4 tahun bisa diajarkan padanya bahwa ketika diajak orang asing harus tidak mau. Jelaskan pada anak bahwa ia mau diajak bisa membahayakan dirinya. Suatu misal Anda terlambat menjemputnya di sekolah. Nah jika kemudian ada orang asing yang mengaku disuruh oleh Anda untuk menjemputnya ajarkan padanya untuk tidak percaya. Ajarkan pada anak untuk melaporkan kejadian tersebut pada guru di sekolah. Sehingga dengan begitu guru yang ada di sekolah tersebut akan menghubungi Anda.
Baca Juga : Pendidikan Moral Anak Sejak Dini

Tidak mudah hilang atau tersesat

Perlu sekali mendidik anak usia 4 tahun untuk mengingatkan nomor telepon orangtuanya, yaitu ayah dan bunda. Serta jangan lupa mengajarkan untuk mengetahui nama ayah dan bunda serta alamat rumahnya. Untuk apa? Karena jika anak tersesat bisa atau terkena musibah bisa menghubungi Anda. Sedangkan orang yang menolongnya bisa dengan mudah mengantar ke rumah. Maka memberikan pengetahui tentang nama, nomor handphone serta alamat rumah karena sangat penting. Supaya anak-anak bisa terhindar dari bahaya yang tidak diinginkan.

Memberitahu tidak semua orang berbahaya

Selain hal diatas masih ada lagi cara mendidik anak usia 4 tahun yang perlu Anda terapkan  yaitu memberitahu bahwasannya tidak semua orang itu berbahaya. Karena ada juga orang asing yang justru baik. Contohnya seorang petugas keamanan yang sedang menjalankan tugas piketnya dan masih banyak lainnya. Jadi tidak perlu cemas dan panik karena orang-orang tersebut tidak membahayakan.

Itulah tadi beberapa hal yang perlu Anda ajarkan untuk mendidik anak usia 4 tahun. Dengan Anda memberikan beberapa pembelajaran tersebut padanya bisa memberi pengetahuan baru baginya sehingga anak tidak mudah tersesat atapun hilang. Semoga informasi yang kami bagikan mengenai mendidik anak usia 4 tahun bermanfaat.

5 Cara Kilat Mengubah Perilaku Negatif Anak

Mengubah Perilaku Negatif Anak

Mengubah perilaku negatif anak yang nakal merupakan tugas orang tua. Karena, kalau bukan orang tua yang mengajarkannya lalu siapa lagi ? Oleh sebab itu, orang tua memiliki tugas untuk menanamkan nilai moral dan sopan santun kepada anak mulai dini. Agar perilaku negatif yang sering dilakukan anak anda dapat segera di rubah.


Mengubah Perilaku Negatif Anak

Berikut ini adalah tips merubah perilaku negatif buah hati seperti yang dirangkum dalam situs berita online Kompas.com


1. Jangan bereaksi

Saat anda memarahinya justru itu adalah sebuah respon atas perilakuknegatifnya. Menurut Christophresen seorang Psikolog anak di Kansas mengatakan bahwa merespon kenakalan anak adalah kesalahan, sehingga perilaku negatif anak lebih baik tidak usah di tanggapi. Saat anak melakukan perilaku negatif, palingkan wajah anda alihkan fokus atau pembicaraan anda tunggu sampai perilakunya berubah.


2. Lebih optimis

Berikan motivasi kepada anak bahwa mereka bisa memperbaiki diri dan berubah menjadi lebih baik dengan perilaku positif, lakukan dengan intonasi yang lembut. Berikan mereka kepercayaan untuk berubah.

3. Atur nada dan jadilah contoh.

Menghadapi anak nakal yang memiliki perilaku negatif tidak boleh dengan nada keras dan tinggi ATAU BENTAKAN. Sehingga orang tua harus merubah nada dan intonasi bicara saat menghadapi anak yang berperilaku negatif. Karena dengan intonasi yang lembut anak juga akan lebih mudah memahami kalimat yang anda ucapkan. Selain itu anak adalah peniru yang ulung, jadi berikan contoh yang baik kepadanya saat berbicara.


4. Konsisten dan Komitmen dengan aturan

Dalam mendidik anak diperlukan konsistensi orang tua dalam menjalankan setiap aturan yang sudah dibuat di keluarga, selain itu orang tua juga harus komitmen untuk menepati janji yang sudah diberikan kepada anak. Sehingga tidak ada celah bagi anak untuk melanggar aturan ataupun menyepelekan perkataan orang tua.

 Baca juga : Membangun komunikasi dengan Yang Baik dengan Anak

5. Senantiasa Sabar

Dalam merespon dan memperbaiki perilaku negatif anak, orang tua dituntut untuk tidak terpancing amarah dan orang tua harus menghindari emosi. Sehingga diperlukan kesabaran orang tua dalam menghadapi setiap tingkah laku anak.



Untuk merubah perilaku negatif anak harus dilakukan oleh orang tua dengan cara diatas, diperlukan kekompakan kedua orang tua agar dapat dilaksanakan dengan konsisten.

Wajib Tahu !! Ini Cara Mendidik Anak Yang Baik dan Benar

Mendidik Anak Yang Baik dan benar
Parenting adalah pola asuh dan mendidik anak sejak lahir hingga sang anak sudah memenuhi kriteria untuk disebut sebagai pribadi dewasa. Salah satu cara agar orang tua mengetahui cara mendidik anak yang baik adalah dengan terus belajar. Belajar itu tidak sebatas di lembaga formal atau hanya tugas anak-anak yang masih sekolah tapi belajar itu harus dilakukan sepanjang hayat. Proses belajar bagi orang dewasa disebut andragogi. Istilah ini diperkenalkan oleh Alexander Kapp dan dikembangkan oleh Malcolm Knowles.

Mendidik Anak Yang Baik dan Benar

Dalam menerapkan pola asuh kepada anak, selain pertumbuhan fisik, hal yang lebih penting yang harus diperhatikan orang tua adalah kedewasaan mental anak. Kebanyakan orang tua menganggap remeh saat mendidik anak, tak sedikit pula yang kebingungan dengan tugas mereka dalam mendidik anak. Akibatnya banyak orang tua yang salah menerapkan pola asuk kepada anaknya.

Tidak ada sekolah khusus yang mengajarkan orang tua cara mendidik anak, sehingga diperlukan peran aktif orang tua untuk mencari informasi tentang parenting sebanyak mungkin. Selain berkonsultasi langsung dengan ahli parenting atau saling bertukar pengalaman dengan sesama orang tua. Informasi parenting dapat dicari melalui internet, buku, atau ikut seminar tentang parenting.

Blog parentinganak ini merupakan salah satu media online yang dapat dijadikan tempat bagi orang tua untuk men dapatkan informasi parenting yang baik dan asik. Menjadi orang tua tidak boleh miskin ilmu, karena pola asuh yang diterapkan orang tua akan menjadi penentu masa depan anak, keluarga bahkan bangsa.
Baca juga : Cara Mendidik Anak Menurut Ajaran Rasulullah
Karena kedewasaan mental anak harus dibimbing dan diberikan stimulus agar mental anak terus berkembang hingga akhirnya menjadi manusia bermental dewasa. Dalam buku parenthink dijelaskan, ada tiga tolak ukur kedewasaan anak, yaitu :


1. Anak dapat mengelola diri secara mandiri.

Sebagai orang tua kita dihadapkan pada pilihan yang dilematis, atara mendidik anak sebagai seorang penurut atau mendidik anak menjadi mandiri, keduanya terlihat sama-sama bagus tapi silahkan anda perhatikan penjelasan berikut ini.

Pertama, mendidik anak menjadi penurut, tahukah anda jika kita bentuk anak menjadi orang penurut dengan menjalankan perintah atau keputusan orang tua, maka secara tidak langsung kita telah mengajarkan mereka menggantungkan hidupnya kepada orang lain. Karena anak terbiasa tinggal menjalankan perintah atau keputusan yang sudah ditentukan orang tua, dan saat anak memiliki pilihan sendiri orang tua biasanya anak akan di cap sebagai anak yang bandel, pembangkang dan selalu membantah orang tua.

Kalau anak terlalu nurut kepada orang tuanya, kemungkinan besar dia juga akan menurut dengan orang lain. Ngeri juga kan kalau nanti sampai besar anak kita menjadi orang penurut. Tidak hanya kepada orang tuanya, tetapi kecenderungan anak juga akan menurut kepada perintah teman-temannya yang belum tentu benar. Oleh karena itu, Salah satu penyebab kenapa banyak para remaja yang terjerumus dalam pergaulan negatif adalah karena mereka terbiasa menggantungkan keputusan hidupnya kepada orang lain.

Kedua, Mendidik anak menjadi mandiri. Mandiri bearti anak tidak lagi menggantungkan keputusan hidupnya pada orang lain. Anak sudah dapat menentukan keputusan hidupnya sendiri dengan penuh tanggung jawab karena anak sudah mengetahui resiko dari keputusannya tersebut. Untuk bisa menjadi mandiri anak harus dilatih untuk berjuang dan berusaha dan itu butuh waktu untuk belajar.

Anak mandiri akan melihat orang lain sebagai sumber pengetahuan dan menjadikannya sebagai tempat mendapatkan informasi untuk bekal mengambil keputusan. Salah satu yang perlu diajarkan orang tua kepada anak adalah sebab-akibat. Rasa tanggung jawab anak harus dibangun sejak kecil dengan cara membiarkannya menghadapi resiko yang ada. Hal ini dimaksudkan agar anak memiliki "pustaka pengalaman" supaya anak bisa mengambil keputusan dengan lebih berhati-hati dalam mempertimbangkan resiko dan konskuensinya.


2. Anak dapat belajar dan menguasai hal baru.

Pada dasarnya anak memiliki prinsip hidup untuk menjalankan yang enak dan menghindari yang gak enak. Tugas kita sebagai orang tua adalah membantu anak untuk dapat belajar dan terbiasa dengan hal baru. Berikan dorongan dan semangat kepada anak untuk tidak mudah menyerah dan harus berjuang dengan cara yang asik sesuai karakter anak anda.

Meskipun awalnya sulit, kalau kita selalu berusaha dan mencoba kita pasti akan menemukan solusi dan jawaban sesulit apapun. Karena untuk mendapatkan sesuatu perlu usaha yang keras, bahkan kadang harus berulang-ulang. Jika kegagalan menghampiri, beritahu anak untuk tidak patah semangat dan tetap harus berusaha dan semakin giat berinovasi.


3. Anak dapat terlibat dalam hubungan sosial.

Mengajarkan anak untuk memiliki hubungan sosial dengan sekitar dapat dimulai dengan mengajarkan kepada anak untuk peduli pada dirinya sendiri. Kemudian ajarkan kepada ada bahwa menjalin relasi dan peduli terhadap orang lain itu juga penting.  Tugas orang tua adalah menstimulasi anak untuk belajar peduli terhadap orang lain. Orang tua harus bisa menjadi sumber informasi yang berguna bagi anak. Salah satu trik yang dapat digunakan oleh orang tua adalah dengan membacakan buku cerita yang mengajarkan tentang menjalin hubungan sosial kepada sesama untuk saling menyayangi.
Baca juga : Ajarkan anak Sopan Santun Sejak Dini
Sebagai sumber pembelajar yang baik bagi anak, orang tua tidak perlu takut dianggap "jahat". Memang dalam proses belajarnya, anak-anak akan terlihat "menderita". Agar orang tua dapat menjadi sumber belajar, orang tua harus rela saat anak "menderita" dan "mendapatkan resikonya" agar anak dapat belajar tentang sebab-akibat. Menjadi sumber belajar bagi anak memang tidak mudah, maka orang tua diharuskan untuk belajar dan memperdalam kemampuan untuk mendidik anak yang baik dan benar.

Anak Cengeng

Mendidik Anak Islami

Anak Mandiri